widgets

web widgets

Welcome,

TERIMAKASIH TELAH MENGKUNJUNGI BLOG SAYA. SEMOGA DAPAT MENAMBAH WAWASAN, ILMU, JUGA PENGETAHUAN ANDA.
APABILA ADA SALAH KATA YANG KURANG BERKENAN MOHON DIMAAFKAN. GOOD LUCK!


widgets

Resensi 2

Sebuah Kasus Dan Seorang Detektif Pemula
Ilustrasi
disusun oleh
MUTHIA AZIZAH 9D/19
SMP NEGERI 1 GENTENG
Tahun Pelajaran 2014-2015
Judul Buku = Detektif Imai dan Kasus Ruangan Separuh Retak
Penulis = Dyah P. Rinni
Penerbit = Buah Hati
Tahun Terbit = 2011
Cetakan = Pertama
Tebal = 218 Halaman
BACA SELENGKPANYA


Dyah P. Rinni tidak pernaha mengira bahwa ia akan menjadi penulis. Ini semua karena gurunya yang menyuruhnya mengikuti lomba menulis. Meskipun Dyah tidak menang, tetapi pujian gurunya atas tulisannya yang lebih bagus dari sebayanya, mengubah segalanya.
Lulusan Jurusan Kriminologi Universitas Indonesia ini sempat bekerja di salah satu penerbitan nasional sebelum akhirnya memutuskan menjadi penulis dan free lance editor. Meski tidak banyak, beberapa cerita anak-anaknya sempat mampir di Majalah Bobo.
Penulis favoritnya adalah Neil Gaiman, Paulo Coelho, Susanna Clarke dan Stephen King. Ia juga sangat mengagumi karya Tim Burton, Christoper Nolan, Muse dan Joe Hisaishi.
Novel Indonesia Permai dan Kasus Ruangan Separuh Retak adalah novel perdananya. Novel ini lahir karena keprihatinannya akan sedikitnya cerita detektif di Indonesia.
Melalui novel ini, Dyah ingin mengajak pembaca untuk membuka wawasan yang luas dalam memecahkan sebuah kasus, seperti jika suatu hal begini, seharusnya begini, tetapi kenapa begitu. Meskipun begitu, di cerita ini ia tidak menyebutkan secara detail langkah-langkah memecahkan kasus untuk detektif pemula, melainkan proses dalam memecahkan sebuah kasus.
Novel ini bercerita tentang seorang gadis yang bernama Indonesia Permai, Imai ialah nama sapaannya. Ia telah berusaha keras agar dapat masuk di salah satu sekolah terbaik di Jakarta, SMP Widyatamaka. Jelas ia mempunyai alasan besar atas perjuangannya , yaitu bertemu kembali dengan sahabat kecilnya, Kaisar yang bersekolah di SMP Widyatamaka juga. Kaisar kini telah kelas 9 atau 2 tahun lebih tua dari Imai.
Setelah beberapa hari bersekolah, Imai tahu bahwa Kaisar mencoba untuk merasa tidak pernah mengenal Imai, padahal Kaisarlah yang pertama kali memuji dan tidak mengejek nama penjangnya itu. Karena itulah, Imai merasa ingin sekali mengalahkan Kaisar agar ia tidak dianggap sampah oleh Kaisar. Dan sebuah kasus pun mengantarkan Imai untuk memecahkan kasus yang baru-baru ini terjadi di sekolah, pengerusakan Ruangan Osis. Imai punya alasan kuat ingin menyelidiki kasus ini, karena ia merasa dugaan Kaisar tentang pelaku pengerusakan dengan bukti yang ada tidak masuk akal. Dari itulah Imai menjadi Detektif Pemula.
Ternyata menjadi detektif tak semudah yang Imai bayangkan. Apalagi jika memecahkan kasusnya sendirian. Jadi Imai dipasangkan dengan Kaisar untuh memecahkan kasus ini bersama, oleh Guru BR yang baru, Bu Nuri. Hal ini penuh alasan karena Kaisar sebagai Ketua Osis pasti memiliki berkas-berkas yang dapat membantu Imai dalam menemukan bukti-bukti maupun pelaku pengerusakan sebenarnya. Apalagi waktu Imai hanya 2 minggu untuk memecahkan kasus ini. Dan akhirnya Imai, Kaisar dan kawan- kawannya pun dapat memecahkan kasus ini. Setelah berakhirnya kasus ini, Imai menyangka bahwa ia akan dapat mendirikan Klub Detektif. Tetapi itu diluar dugaannya. Ia salah besar, sehingga ia meracuni gurunya. Apakah benar? Coba baca kelanjutannya di Detektif Imai seri 2.
Nah, dari novel ini kita dapat memetik banyak hikmah seperti jangan pernah mengambil kesimpulan, meski bukti mengarah kepada seseorang tanpa penyelidikan lebih lanjut, terkadang sikap nekat sangat dibutuhkan dalam mencari bukti yang kuat, dan masih banyak lagi.
Melalui novel ini kita juga diajak berfikir logika terkait sesuatu hal, seperti ayah Imai bertanya kepada Imai bahwa seorang lelaki ditemukan mati tergantung. Tidak ada apapun kecuali genangan air, lantas bagaimana ia bisa mati? Imai pun menjawab bahwa lelaki itu bunuh diri dengan naik di atas balok es. Setelah ia mati, esnya pun mencair.(hal. 27-28)
Novel ini juga menggunakan bahasa yang padat dan jelas dilengkapi gambar ilustrasi yang membuat lebih memahami isi cerita, dan tidak bosan membacanya berulang-ulang. Tetapi sayangnya ada beberapa kata yang tidak tepat, editan kurang sempurna dan terkadang bahasanya dicampur dengan Bahasa Inggris dan Bahasa Gaul sehingga sedikit sulit dicerna.
Novel ini memang layak untuk dibaca, apalagi bagi kalangan remaja, karena novel ini  menggambarkan mayoritas kehidupan anak remaja di Jakarta. Tetapi seharusnya editor lebih teliti dan cermat lagi dalam hal pengeditan sehingga menciptakan kepuasan tersendiri kepada pembaca maupun tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam menafsirkan isi cerpen.

0 komentar:

Posting Komentar

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts